Dalam takbiratul ihram yang ditandai dengan mengangkat kedua telapak tangan hingga keduanya sejajar dengan telinga kanan dan kiri, memberi manfaat kesehatan pada organ tubuh paru-paru, sekat rongga dada dan kelenjar getah bening.
Saat tangan terangkat maka rusuk akan ikut terangkat sehingga menimbulkan pelebaran rongga dada. Pada saat itu udara nafas akan masuk, namun karena orang shalat harus mengucapkan Allahu Akbar, maka udara yang masuk tadi dipaksa keluar. Inilah menyebabkan sekat rongga dada (diafragma) menjadi terlatih.Ketika tangan terangkat, maka ketiak pun terbuka. Padahal ketiak merupakan induk (stasiun) dari peredaran kelenjar getah bening (limpa) di seluruh tubuh. Dengan gerakan takbir yang berulang-ulang dalam shalat, maka secara tidak langsung (orang yang shalat) melakukan active pumping kelenjar getah bening ke seluruh tubuh.
Setelah itu, kedua telapak tangan diletakkan di atas dada, bukan di perut. Dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas dada, maka kedua bahu otomatis menjadi terangkat dan ketiak sebagai stasiun peredaran limpa akan tetap terbuka.
Gerakan rukuk yang benar adalah posisi punggung, leher dan kepala harus membentuk garis horisontal. Dengan posisi ini, berat badan bergeser ke depan, sehingga terjadi rileksasi atau peregangan ruas tulang belakang. Rileksasi ini sangat bermanfaat untuk memelihara tulang belakang yang selalu ter-kompresi. Dan ini hanya dialami orang yang rukuk dalam waktu yang cukup lama. Bagi yang melakukan shalat terburu-buru, manfaatnya mungkin tidak terlalu terasa.
Gerakan sujud memberi manfaat bagi daya tahan pembuluh darah di otak. Menurutnya, posisi kepala yang lebih rendah dari jantung, menyebabkan darah menumpul di pembuluh darah otak. Hal ini secara tidak langsung melatih pembuluh darah di otak agar tidak mudah terserang stroke. Jadi, bisa dikatakan, gerakan sujud ini merupakan gerakan anti stroke.
Gerakan duduk di antara dua sujud ternyata memperkuat jantung berikut sistem sirkulasi darah di seluruh bagian tubuh. Saat seseorang berada dalam posisi duduk di antara dua sujud, ternyata aliran darahnya tidak sampai ke bagian kedua kaki bagian bawah. Saturası darah pada jarinya ternyata nol. Denyut nadinya pun tidak terasa sama sekali. Secara tidak langsung, posisi ini melatih jantung berikut urat-urat nadi seperti air keran yang mengalir melalui selang. Teorinya, bila selang dipencet dan dibuka berulang-ulang, maka ia bisa lebih elastis, sekaligus membersihkan kotoran yang terdapat dalam selang. Begitu juga dengan saluran jantung dan nadi.
Dan gerakan salam yang ditandai dengan menoleh ke kanan dan kiri hingga kedua pipi terlihat oleh orang yang berada di belakangnya, ternyata menimbulkan relaksasi pada otot dan tulang leher. Di leher, terdapat banyak sekali jaringan sistem syaraf dan juga pembuluh darah yang menghubungkan kepala dan bagian badan. Gerakan salam ini, secara tidak langsung akan menghindarkan seseorang mengalami gangguan syaraf.
Suatu ketika Rasulullah berada di dalam Masjid Nabawi. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba, masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat. Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, "Sahabatku, engkau tadi belum shalat!" Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah.
Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia melaksanakan shalat dengan sangat cepat. Rasulullah tersenyum melihat shalatnya. Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu, "Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat."
Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melak-sanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah. Namun, Rasulullah me-nyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!"
"Sahabatku, Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Alquran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang (thuma'ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu." HR. Bukhari.