Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat Nya (memohonkan ampunan untukmu) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman, QS. Al-Ahzab 43. Yang berarti kegelapan dosa menuju cahaya petunjuk, dari kesesatan menuju kebenaran, dan dari kesengsaraan menuju kebahagiaan.
Ibadah shalat merupakan program kejiwaan untuk menemukan, mengembangkan, dan merekonstruksi jati diri manusia agar terhubung dengan sang Pencipta. Secara syariat lebih menekankan aspek perilaku lahiriah dalam bentuk ucapan dan perbuatan, yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Sedangkan dari sudut pandang hakikat, penekanannya pada rasa khusyuk dan selalu ingat kepada Allah SWT. Hal ini menuntut pelakunya agar mehadapkan hatinya kepada Allah sehingga menumbuhkan rasa hormat, segan, takut, dan kagum akan kebesaran-Nya.
Para ulama tasawuf seperti at-Tusi, al-Qusyairi, al-Ghazali, dan as-Sukandari menghendaki adanya keterpaduan Antara syariat dan hakikat, yaitu sinkronisasi antara syariat rukun shalat lahiriah dengan penghayatan makna batiniah. Dalam konteks tasawuf, shalat merupakan bagian dari muraqabah (kontemplasi) terhadap Tuhan. Muraqabah berarti meyakini bahwa Allah memonitor gerak-gerik kita baik lahir maupun batin. Muraqabah dalam shalat berarti menghadapkan wajah dan jiwa kita kehadirat Allah SWT.
Rahasia shalat terungkap saat Nabi Muhammad Saw didatangi pembesar Yahudi. Salah satunya bertanya, Mengapa Allah mewajibkan shalat lima waktu dalam sehari semalam? Mengapa tidak kurang dan tidak lebih dari jumlah itu? Beginilah jawaban Rasulullah, saat waktu Dzuhur tiba, segala sesuatu berada di bawah singgasana (Arsy) Allah, dan semua makhluk bertasbih memuji-Nya. Allah mewajibkan shalat dari tergelincirnya matahari hingga menjelang gelap malam. Shalat Ashar bertepatan dengan waktu saat Nabi Adam dikeluarkan dari surga. Untuk itulah keturunan Adam diwajibkan untuk shalat Ashar, selain itu juga shalat yang paling dicintai Allah SWT.
Di waktu maghrib Allah menerima taubat Nabi Adam setelah bertahun-tahun, dan memeritahkannya untuk mengerjakan shalat tiga rakaat. Dan di waktu Maghriblah doa-doa hamba-Nya akan dikabulkan. Untuk shalat Isya, alam kubur dan hari kiamat diliputi kegelapan yang menakutkan yang hanya dapat diterangi dengan cahaya shalat Isya. Firman Allah, tiada langkah untuk mengerjakan shalat Isya melainkan Allah menjauhkan tubuh orang yang melakukan shalat tersebut dari api neraka. Dan kewajiban disaat subuh untuk melakukan shalat sebelum orang-orang kafir melakukan ritual bersujud menyembah matahari. Orang-orang Yahudi yang mendengar penjelasa Rasulullah bungkam seribu bahasa.
Islam merupakan agama yang ajarannya sangat rasional, sainstivic, dan penuh hikmah. Kemajuan ilmu pengetahuan berhasil mengungkap rahasia shalat dari sisi kesehatan, akhlaq dan psikologis. Filosof asal Perancis, Alexis Carell, mengungkapkan penemuan kedokteran Lord mencatat lebih dari 200 penyembuhan atas sejumlah penyakit karena shalat.